Pakaian Nusantara VS Pakaian Arab
Bukan bermaksud menggurui cuma gerah saja melihat kenapa banyak sekali orang-orang yang memulai kampanye seakan-akan pakaian menutup aurat itu adalah budaya arab, please deh, bagi yang non muslim oke bisa saya maklumi, karena mereka tidak tau kalo di Alquran ada perintah menutup aurat, Nah banyak juga nih yang muslim yang ikut-ikutan kampanye ini, ini yang bikin saya gerah, hingga pengen teriak "Helllooooooo Alquran di rumah situ ga ada terjemahaanya ya?" Sini saya bantu copy paste:
QS. An-Nuur: 31, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Jangan karena situ ingin menjaga budaya bangsa trus situ izinkan anak-anak gadis muslim memakai pakaian bali yang auratnya keliatan, atau pakaian kebaya jawa yang tipis dan bisa diterawang sehingga “perhiasan pribadi” anak situ jadi konsumsi publik yang bukan muhrim nya? (nasehat ini untuk yang muslim ya, jadi yang non muslim harusnya tidak tersinggung dg pencotohan pakaian adat suatu daerah, poin nya bukan pada menjelek-jelekan pakaian suatu daerah)
Nah buat teman-temanku yang non Muslim saya harap sesudah baca ayat alquran diatas, kalian bisa sadar dan menghentikan kampanye bodoh tersebut, jangan karena kalian minoritas di Indonesia lalu memanfaatkan isu minoritas kalian untuk meminta umat muslim supaya menjauh dari perintah Tuhan nya dan kembali ke pakaian tradisional yang tidak sesuai dengan agama kami, Please urus agama masing-masing aja ya teman, sama seperti saya dan teman-teman muslim di eropa yang tidak ingin berdemo karena merasa terganggu oleh bunyi keras lonceng gereja kuno yang bunyinya tidak mencerminkan HAM yang mereka agung-agungkan. Bisa saja sih kami protes ke pemerintah Belanda, itu volume lonceng gereja boleh dipelankan ga pak walikota? Ini anak kami ga bisa tidur dibuat nya, ini sudah melanggar HAM!!!, Namun kami sadar kami sedang tidak di Indonesia, Di Indonesia pemerintahnya sangat toleran sekali sama minoritas, sehingga yang mayoritas disuruh menghormati yang minoritas.
Lalu bagaimana solusinya dunk, masa pakaian tradisional kita sudah tenggelam pamornya dan berganti pakaian ala arab? Sebelum saya jawab saya nanya balik ke situ: emang situ tiap hari pakai-pakaian tradisional? Tidak kan, nah kalo cuma pake nya sesekali, situ bisa cari di internet betapa banyaknya produsen yang sudah ciptakan kebaya-kebaya anggun tanpa harus membuka aurat, nah berarti situ aja yang kurang piknik, sini piknik ama Zoera Tour & Travel, tuh kan saya jualan lagi.
![]() |
| sumber gambar; google image |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar